Membangun Generasi Qurani Menyongsong Masa Depan Gemilang
Memuat Waktu...
Pendaftaran Terbuka

Mari Bergabung Bersama Badko TKA-TPA Daerah Istimewa Yogyakarta

Bersama membina generasi Qur'ani yang cerdas, ceria, dan berakhlak mulia di seluruh wilayah DIY. Bergabunglah bersama ribuan unit TKA-TPA & ustadz/ustadzah lainnya!

Pembinaan Resmi Kurikulum Standar Badko Jejaring Se-DIY
Daftar Sekarang Proses Cepat & Mudah
Info Santri
Pendaftaran dan Updating Data tahap kedua sudah dibuka..., 53 Hari menuju FASI XIII Tingkat Provinsi Yogyakarta

Menjaga Cahaya Al-Qur’an di Panjatan: Akreditasi TPA Menjadi Ikhtiar Menumbuhkan Pendidikan yang Lebih Baik

Penulis 12 Sep 2026 174 Kali
Menjaga Cahaya Al-Qur’an di Panjatan: Akreditasi TPA Menjadi Ikhtiar Menumbuhkan Pendidikan yang Lebih Baik

Kulon Progo, 12 September 2026 — Pagi ini, di Rayon Panjatan, Kulon Progo, ikhtiar untuk merawat pendidikan Al-Qur’an kembali menemukan jalannya. Bukan sekadar tentang lembar penilaian, kelengkapan administrasi, atau sebuah predikat akreditasi. Lebih dari itu, akreditasi menjadi ruang untuk berhenti sejenak, melihat apa yang telah dilakukan, lalu melangkah kembali dengan semangat yang lebih baik.

Sabtu, 12 September 2026, dilaksanakan kegiatan Supervisi dan Akreditasi TKA-TPA Rayon Panjatan, Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas TKA-TPA sebagaimana diajukan oleh Badko TKA-TPA Kabupaten Kulon Progo kepada Badko TKA-TPA Provinsi DIY melalui Biro Supervisi dan Akreditasi.

Titik kumpul kegiatan berada di TPA Nurul Hadi, Pedukuhan II Panjatan, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Sebanyak lima unit TPA tercatat sebagai peserta akreditasi, yaitu TPA Nurul Hadi -Panjatan II, TPA Nurul Hasan -Ngentak lor Garongan, TPA Baiturrahman -Depok II, Depok, TPA Baiturrohim -Kepuh Kidul, Krembangan dan TPA Thoriquljannah -Cerme VII, Cerme.

Di balik kegiatan tersebut, tersimpan harapan sederhana namun sangat berarti: bagaimana TPA di Panjatan tidak hanya terus berjalan, tetapi juga terus bertumbuh.

Ketua Badko Rayon Panjatan, Bapak Sularso, S.Pd., menyampaikan harapannya agar pelaksanaan akreditasi dapat menjadi jalan bagi unit-unit TPA di wilayah Panjatan untuk menjadi lebih baik lagi. Harapan tersebut terasa penting, sebab pendidikan Al-Qur’an sejatinya bukan pekerjaan yang selesai dalam satu hari. Ia adalah perjalanan panjang yang dibangun dari kesabaran para ustadz dan ustazdah, dukungan orang tua, semangat para pengelola, serta langkah-langkah kecil anak-anak yang setiap hari belajar mengenal huruf demi huruf Al-Qur’an.

Akreditasi, dalam konteks ini, bukanlah sesuatu yang semestinya membuat pengelola TPA merasa gentar. Justru sebaliknya, ia dapat menjadi cermin untuk berbenah.

Melalui supervisi dan akreditasi, sebuah lembaga memiliki kesempatan untuk melihat kembali berbagai hal yang selama ini telah dikerjakan. Apa yang sudah baik dapat dipertahankan dan ditingkatkan. Apa yang masih kurang dapat diperbaiki. Dengan demikian, akreditasi bukan akhir dari perjalanan, melainkan salah satu pintu menuju peningkatan mutu pendidikan Al-Qur’an.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Bapak Setia Irawan, A.Md., selaku Jawatan Sosial. Kehadiran unsur pemerintahan dan berbagai pihak yang memberikan perhatian terhadap kegiatan TKA-TPA menjadi tanda bahwa pendidikan Al-Qur’an bukan hanya tanggung jawab satu atau dua orang. Ia adalah amanah bersama.

Bukan Sekadar Menilai, tetapi Menumbuhkan

Hasil dari agenda akreditasi ini setidaknya memberikan sebuah pijakan penting bagi TPA di Rayon Panjatan: adanya proses evaluasi dan pembinaan untuk mendorong peningkatan kualitas lembaga secara berkelanjutan.

Lima unit TPA yang mengikuti kegiatan mendapatkan ruang untuk melihat kesiapan dan tata kelola lembaganya melalui proses supervisi dan akreditasi. Namun, berdasarkan dokumen permohonan yang menjadi dasar kegiatan, dokumen tersebut tidak memuat hasil akhir atau predikat akreditasi masing-masing TPA. Karena itu, hasil kegiatan lebih tepat dimaknai sebagai bagian dari proses pembinaan dan peningkatan mutu, bukan sebagai pernyataan bahwa seluruh unit telah memperoleh predikat tertentu.

Di sinilah makna akreditasi menjadi lebih luas.

Sebab, sebuah TPA yang baik bukan hanya tempat anak-anak belajar membaca Al-Qur’an. Ia adalah tempat di mana hati-hati kecil dikenalkan kepada ayat-ayat Allah. Tempat di mana seorang anak belajar mengeja huruf, menghafal doa, mengenal akhlak, dan perlahan memahami bahwa Al-Qur’an bukan sekadar bacaan, tetapi pedoman kehidupan.

Maka, ketika administrasi diperbaiki, pembelajaran ditata, pengelolaan dikuatkan, dan para pengajar terus meningkatkan kapasitasnya, sesungguhnya yang sedang dibangun bukan hanya sebuah lembaga. Yang sedang dibangun adalah masa depan generasi Qur’ani.

Menyalakan Cahaya dari Panjatan

Semoga akreditasi TPA Rayon Panjatan tidak berhenti sebagai agenda administratif yang selesai setelah satu hari kegiatan. Semoga ia menjadi awal dari langkah-langkah baru: pembelajaran yang semakin baik, pengelolaan yang semakin tertib, para ustaz dan ustazah yang semakin bersemangat, serta anak-anak yang semakin dekat dan mencintai Al-Qur’an.

Semoga TPA-TPA di Panjatan terus menjadi rumah yang hangat bagi generasi kecil pencinta Al-Qur’an.

Dan semoga dari ruang-ruang sederhana tempat anak-anak belajar mengaji itu, kelak lahir generasi yang bukan hanya pandai membaca Al-Qur’an, tetapi juga mampu membaca kehidupan dengan cahaya Al-Qur’an.

Ya Allah, berkahilah setiap langkah para pengelola, ustaz, ustazah, orang tua, dan seluruh pihak yang telah menjaga pendidikan Al-Qur’an di Panjatan. Kuatkan mereka dalam mengabdi, mudahkan setiap ikhtiar mereka, dan jadikan setiap huruf Al-Qur’an yang dipelajari anak-anak sebagai amal jariyah yang terus mengalir.

Sebab barangkali, sebuah perubahan besar memang selalu dimulai dari sesuatu yang tampak kecil: seorang anak, sebuah mushaf, seorang guru, dan sebuah ruang sederhana yang di dalamnya ayat-ayat Allah terus dilantunkan.

Komentar Santri & Pembaca (0)

Tulis Tanggapan Kamu

Belum ada komentar. Jadi yang pertama memberikan tanggapan!