Membangun Generasi Qurani Menyongsong Masa Depan Gemilang
Memuat Waktu...
Pendaftaran Terbuka

Mari Bergabung Bersama Badko TKA-TPA Daerah Istimewa Yogyakarta

Bersama membina generasi Qur'ani yang cerdas, ceria, dan berakhlak mulia di seluruh wilayah DIY. Bergabunglah bersama ribuan unit TKA-TPA & ustadz/ustadzah lainnya!

Pembinaan Resmi Kurikulum Standar Badko Jejaring Se-DIY
Daftar Sekarang Proses Cepat & Mudah
Info Santri
Pendaftaran dan Updating Data tahap kedua sudah dibuka..., 53 Hari menuju FASI XIII Tingkat Provinsi Yogyakarta

Menjaga Nyala Silaturahmi, Menapaki Jalan Takwa Bersama Aktivis LDPQ-BADKO

Penulis 16 Sep 2026 106 Kali
Menjaga Nyala Silaturahmi, Menapaki Jalan Takwa Bersama Aktivis LDPQ-BADKO

Banguntapan, 16 September 2026 — Ada malam-malam yang tidak sekadar berlalu. Ia menjadi ruang untuk kembali duduk bersama, menyambung silaturahmi, menenangkan hati, sekaligus mengingatkan diri tentang ke mana sebenarnya langkah kehidupan hendak diarahkan.

Suasana itulah yang akan mewarnai Silaturahim dan Majlis Ta'lim Aktivis Malam Kamis Pahing yang digelar pada Rabu malam, 16 September 2026, pukul 18.00–21.00 WIB, bertempat di rumah Bapak H. M. Ridho Hisyam, Salakan, Banguntapan.

Kegiatan ini menjadi momentum berkumpulnya rekan-rekan aktivis LDPQ-BADKO dalam suasana kekeluargaan. Bukan sekadar bertemu dan berbincang, tetapi juga menghidupkan kembali semangat untuk berjalan bersama dalam kebaikan.

Dalam undangan kegiatan tersebut, panitia mengharapkan kehadiran rekan-rekan aktivis untuk bersama-sama mengikuti rangkaian silaturahmi dan majelis taklim. Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan, sebab dalam perjuangan di jalan dakwah, langkah yang berat akan terasa lebih ringan ketika dipikul bersama.

Menapaki Jalan Takwa

Majelis taklim malam itu membawa tema besar tentang “Jalan Menuju Takwa”. Materi pengajian menjelaskan bahwa takwa bukan sekadar sebuah kata yang indah diucapkan, melainkan sikap hidup yang diwujudkan dalam keseharian.

Dalam materi tersebut, takwa dijelaskan berdasarkan Taisirul Khollaq karya Syekh Hafizh Hasan al-Mas'udi sebagai upaya menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, baik dalam keadaan sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan.

Untuk menuju takwa, ada dua proses penting yang perlu berjalan beriringan, yaitu at-takhalli dan at-tahalli. At-takhalli berarti membersihkan diri dari akhlak tercela, sedangkan at-tahalli berarti menghiasi diri dengan akhlak terpuji.

Pesannya sederhana, tetapi dalam: seseorang tidak cukup hanya meninggalkan keburukan. Hati yang telah dibersihkan juga perlu diisi dengan kebaikan. Sebab, seperti sebuah wadah, hati akan menjadi tempat tumbuhnya sesuatu sesuai dengan apa yang kita masukkan ke dalamnya.

Materi pengajian juga mengingatkan bahwa takwa merupakan jalan menuju petunjuk sekaligus pegangan yang kuat bagi keselamatan manusia. Takwa menjadi bekal yang tidak hanya dibutuhkan untuk menjalani kehidupan di dunia, tetapi juga untuk menghadapi kehidupan setelah kematian.

Tiga Hal yang Membangkitkan Ketakwaan

Ada tiga hal yang dapat membangkitkan ketakwaan dalam diri seseorang.

Pertama, menyadari kehinaan diri di hadapan Allah. Manusia adalah makhluk yang lemah, sementara Allah adalah Dzat Yang Maha Kuasa. Kesadaran ini semestinya melahirkan kerendahan hati dan membuat manusia tidak mudah merasa besar di hadapan Sang Pencipta.

Kedua, mengingat berbagai kebaikan dan nikmat Allah. Ketika seseorang menyadari bahwa hidupnya dipenuhi nikmat dan kebaikan Allah, muncul rasa malu untuk membalas nikmat tersebut dengan kemaksiatan.

Ketiga, mengingat kematian. Ajal dapat datang kapan saja. Kesadaran bahwa kehidupan memiliki batas akan mendorong seseorang untuk segera bertobat dan memperbanyak amal saleh sebagai bekal perjalanan berikutnya.

Takwa pun ditempatkan sebagai salah satu ukuran kemuliaan manusia. Bukan harta, kedudukan, atau penampilan yang menjadi ukuran utama, melainkan ketakwaan kepada Allah.

Membersihkan Hati, Menghiasinya dengan Kebaikan

Dalam pembahasan at-takhalli, materi pengajian mengingatkan sejumlah penyakit hati dan akhlak tercela yang perlu dibersihkan. Di antaranya dendam, dengki, ghibah, adu domba, sombong, merasa tertipu oleh kelebihan diri sendiri, serta dusta.

Sebaliknya, setelah hati dibersihkan, ia perlu dihiasi dengan akhlak terpuji atau at-tahalli. Beberapa akhlak yang dibahas antara lain jujur, amanah, ikhlas, santun dan mampu menahan amarah, menjaga kebersihan, menjaga kehormatan diri, dermawan, tawadhu, memiliki harga diri, serta berlaku adil.

Menariknya, pesan tentang ikhlas menjadi salah satu bagian yang begitu dekat dengan kehidupan para aktivis. Amal yang dilakukan bukan semata-mata untuk mendapatkan pujian manusia, tetapi karena mengharap rida Allah. Dengan begitu, pujian tidak membuat seseorang terbang dan cacian tidak membuatnya berhenti berbuat baik.

Pada akhirnya, jalan menuju takwa memang bukan jalan yang selesai dalam satu malam. Ia adalah perjalanan panjang—langkah demi langkah, hari demi hari. Kadang seseorang harus membersihkan hati, kemudian belajar mengisinya kembali. Jatuh, bangkit, memperbaiki diri, lalu berjalan lagi.

Dan mungkin, di situlah makna silaturahmi malam Kamis Pahing ini menemukan ruhnya.

Bertemu untuk saling menguatkan. Mengaji untuk saling mengingatkan. Dan berjalan bersama agar cahaya kebaikan tidak padam di tengah perjalanan.

Sebagaimana sebuah pelita, cahaya yang dijaga bersama akan lebih lama menerangi jalan. Malam itu, di Salakan, Banguntapan, para aktivis LDPQ-BADKO kembali dipertemukan dalam satu ikhtiar: merawat persaudaraan, menumbuhkan akhlak, dan bersama-sama menapaki jalan menuju takwa.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh H. Evan Riyanto Arifin, S.Pd., H. Suprapto, MA., dan H. M. Ridlo Hisyam, SH. Semoga pertemuan yang sederhana ini menjadi pintu bagi lahirnya langkah-langkah besar dalam kebaikan, serta menjadi bagian dari perjalanan panjang menuju rida Allah Subhaanahu wa ta'ala.

Komentar Santri & Pembaca (0)

Tulis Tanggapan Kamu

Belum ada komentar. Jadi yang pertama memberikan tanggapan!